Harian Berita Sore |
- Honorer Kategori I Langkat Hasil Verifikasi Dan Validasi Diumumkan
- DPRD Rombak Pimpinan Alat Kelengkapan Dewan
- Oknum Polres Pukuli Warga Pakai Senpi
- Tomcat Mulai Serang Warga T.Tinggi
- Langkat Tuan Rumah Kejurnas Langkat Rally 2012
- Pemprovsu Dan USU Canangkan Gerakan Menoleh Ke Laut
- PBB Melonjak, Silakan Protes
- Jalan Sehat Meriahkan Hari Pers Nasional
- Permohonan Naik Gaji Hakim Tidak Etis
- Mantan Pejabat Larang DPRD SU Bahas Lahan Sirkuit
- Pirngadi Rawat 55 Pasien DBD
- Guru Gagal UKA Perlu Dikaji Ulang
- Karnaval SCTV 2012 Bakal Hebohkan Kota Medan
- Tiga Hakim PN Kualasimpang Dilaporkan Ke KY
- Hasil Audit BPKP, Korupsi Dana Beasiswa Unimal Rugikan Negara Rp2,514 Miliar
- MUI Belum Lakukan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
- MUI Tidak Ingin Berbeda Pandangan Dengan Pemerintah
- Golkar Sumut Sampaikan Dukungan Ke Aburizal Bakrie Untuk Jadi Capres 2014
- DPRD Bertanggungjawab Atas Kenaikan PBB
- Malam Ini KIP Aceh Gelar Debat Kandidat
| Honorer Kategori I Langkat Hasil Verifikasi Dan Validasi Diumumkan Posted: 05 Apr 2012 02:37 AM PDT Stabat, ( Berita ) : Berdasarkan Surat Edaran Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor 03 Tahun 2012 tentang Data Tenaga Honorer Kategori I yang memenuhi kriteria berdasarkan hasil verifikasi dan validasi Badan Kepegawaian Negara, Pemerintah Kabupaten Langkat setelah menerima surat dari Badan Kepegawaian Negara melalui surat nomor 800-960/BKD/2012 mengumumkan Daftar Nominatif Tenaga Honorer Kategori I yang Memenuhi Kriteria Berdasarkan Hasil Verifikasi dan Validasi BKN Pusat, Kamis (5/4).Adapun ke-18 nama-nama yang memenuhi kriteria tersebut yakni Selamet S1 pendidikan Biologi unit kerja Dikjar, Herawati DIII Keperawatan unit kerja Dinkes, Khairun Nisa DIII Keperawatan unit kerja Dinkes, Adi Saputra SMA unit kerja Pemerintah Kab. Langkat, Ikhsan Lubis STM Mesin unit kerja Pemerintah Kab. Langkat, Muhammad Azmar DI Informatika dan Komputer unit kerja Pemerintah Kab. Langkat, Rusdiwan SMK unit kerja Pemerintah Kab. Langkat, Zul Azhar STM Mesin unit kerja Pemerintah Kab. Langkat, Nurmida Purba unit kerja Sekretariat DPRD, Muhammad Auriza Rahman SMA unit kerja Bappeda, Sadliansyah SMA unit kerja Bappeda. Sementara Muhammad Gafur SMA unit kerja Dinkes, Redi Siswanto SLTP Umum unit kerja Dinkes, Karina Skundari Nasution MTS unit kerja Distan, M. Rodi SMA unit kerja Distan, Masrida Herawati Sekolah Menengah Ekonomi Atas unit kerja Distan, Kusnani Sekolah Menengah Ekonomi Atas unit kerja Distamben, dan Muhammad Ilham SMU unit kerja Distamben. Catatan pada lampiran surat pengumuman tersebut menuliskan bahwa nama-nama yang telah dikeluarkan seperti diatas dapat diangkat menjadi CPNS apabila dapat menunjukkan dokumen yang asli dan sah sesuai Peraturan Pemerintah yang berlaku. Amril Kepala Badan Kepegawaian Daerah saat dikonfirmasi mengatakan bahwa nama-nama yang telah diumumkan agar melapor ke Kantor Badan Kepegawaian Daerah pada jam-jam kerja seraya menambahkan untuk lebih jelas dapat melihat langsung pengumuman tersebut disana dan apabila terdapat sesuatu yang tidak sesuai dapat melaporkan secara tertulis ke Kantornya, tentunya dengan melampirkan bukti-bukti yang sah dan dapat dipertanggung jawabkan paling lambat pada tanggal 19 April 2012.***slm
|
| DPRD Rombak Pimpinan Alat Kelengkapan Dewan Posted: 05 Apr 2012 02:37 AM PDT MEDAN (Berita):Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Rabu (04/04) melakukan pergantian pimpinan dan alat kelengkapan dewan periode 2012-2013.Pergantian tersebut dilakukan dalam rapat di masing-masing alat kelengkapan dewan seperti komisi, Badan Kehormatan Dewan (BKD) dan Badan Legislasi, usai digelar paripurna . Sebelum dilakukan pemilihan para pimpinan komisi, pada rapat terlebih dahulu dilakukan penetapan calon anggota BKD usulan dari masing-masing fraksi, yakni Khairuddin Salim (FPD), Surianda Lubis (FPKS), Roma P Simare-mare (FPDIP), Ainal Mardiah (FPG), Bahrumsyah (FPAN), Budiman Panjaitan (FPDS), Bangkit Sitepu (FPPP) dan Godfried Effendi Lubis (FMB). Namun, sebelum dilakukan pemilihan, 3 dari 8 calon anggota BKD tersebut mengundurkan diri, yakni Surianda Lubis (FPKS), Ainal Mardiah (FPG) dan Bahrumsyah (FPAN). Praktis hanya tinggal lima nama lagi yang akhirnya ditetapkan menjadi anggota BKD. Usai penetapan anggota BKD, selanjutnya dilakukan pemilihan para pimpinan komisi di masing-masing komisi. Berikut komposisi personalia alat kelengkapan DPRD Medan periode 2012-2013 : Komisi A Ketua Burhanuddin Sitepu (FPD), Wakil Ketua Zulmorado Slawat Siregar (FPKS) dan Sekretaris Godfried Effendi Lubis (FMB).Komisi B Ketua Surianda Lubis (FPKS), Wakil Ketua Paulus Sinulingga (FPDS) dan Sekretaris Muhammad Yusuf (FPPP). Kemudian Komisi C Ketua, A Hie (FPD), Wakil Ketua Kuat Surbakti (FPAN) dan Sekretaris Hasyim (FPDIP). Sedangkan Komisi D Ketua Muslim Maksum Yusuf (FPKS), Wakil Ketua Irwan Sihombing (FPD) dan Sekretaris Ferdinand Lumban Tobing (FPG). Atas terbentuknya komposisi personalia alat kelengkapan dewan tersebut, Ketua DPRD Medan, Drs H Amiruddin, meminta seluruh alat kelengkapan dewan khususnya komisi segera bekerja menjalankan program yang telah ditetapkan. menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada anggota Komisi serta Fraksi PKS yang telah mempercayainya memimpin komisi yang membidangi masalah pembangunan tersebut. Secara terpisah, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan, Herri Zulkarnain, mengatakan pihaknya telah menempatkan kader-kader terbaik untuk memimpin Komisi A dan C, yakni Burhanuddin Sitepu dan A Hie. "Keduanya tentu saja kader yang kami anggap berkompeten untuk memimpin kedua komisi tersebut," ujarnya. Terutama, lanjut Herri, di Komisi C. "Selaku komisi yang membidangi ekonomi, tentu di bawah kepemimpin Ahie (ketua), Hasyim (sekretaris), komisi ini akan bekerja lebih maksimal dan dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi masyakarat dan Pemko Medan," pungkasnya, (zili) |
| Oknum Polres Pukuli Warga Pakai Senpi Posted: 05 Apr 2012 02:36 AM PDT PEMATANGSIANTAR ( Berita ): Seorang oknum personil Polres Simalungun yang bertugas di Pos Sat Lantas Polsek Tiga Balata, Brigadir HT, diduga menganiaya seorang warga dengan memukuli pakai senjata api (senpi) jenis pistol serta mengencingi wajah dan tubuh warga itu. Tentu saja, ini dinilai nyata-nyata melanggar kode etik Polri. "Oknum polisi itu sudah dipanggil dan sedang menjalani pemeriksaan di Unit Propam Polres Simalungun. Saat ini dan senpi yang selama ini dipakai dalam bertugas sebagai polisi lalulintas (Polantas) langsung disita dan dicabut izin pemakaiannya,"sebut Kapolres Simalungun AKBP M. Agus Fajar H, S.Ik saat dikonfirmasi melalui Kasubbag Humas AKP H. Panggabean, SH,Rabu (4/4). Menurut Panggabean, Kapolres yang memerintahkan langsung Unit Propam memanggildan memeriksa serta menarik senpi dari oknum polisi itu."Tindakannya menganiaya warga dengan menodongkan pistol sudah melanggar disiplin Polri danakan dikenakan tindakan sesudah selesai diperiksa Propam. "Oknum polisi itu diduga menganiaya seorang warga, korban Timbang Silitonga, 33, pedagang mie, warga Jalan Parapat, Desa Parmonangan, Kec. Jorlang Hataran, Kab. Simalungun di café Siantar Man 2 Kasindir, Simalungun pada Selasa (3/4) pukul01:00 dinihari. Menurut korban yang terpaksa mendapat perawatan akibat penganiayaan itu di instalasi gawat darurat (IGD) Dr. Djasamen Saragih, Kota Pematangsiantar, penganiayaan terjadi ketika korban sedang minum tuak dicampur bir bersama rekannya Gibson dan Sabam Ompusunggu di dalam cafe. Lima meter dari meja korban, oknum polisi yang saat itu berpakaian preman juga sedang minum bersama rekannya Dedy.Saat korban sedang berbincang-bincang dengan rekannya, oknum polisi itu mendatangi dan langsung menodongkan pistol ke kening korban. Dengan membentak, oknum polisi itu mengatakan sudah lama dendam kepada korban. Namun, saat korban bertanya dendam apa, oknum polisi itu langsung memukulkan gagang pistolnya ke pelipis korban. Kedua rekan korban segera melarikan diri sesudah melihat pistol di tangan oknum polisi itu. Sesudah dipukuli, korban yang sudah babak belur dan tidak berdaya, diseret oknum polisi itu keluar cafe. Tanpa belas kasihan, oknum polisi dikabarkan mengencingi wajah dan tubuh korban. Ketika mendapat perawatan di RSUD, Camat Jorlang Hataran Arifin Nainggolan mendatangi korban dan menawarkan agar berdamai dengan oknum polisi itu, namun korban menolak dan menyatakan akan tetap membuat pengaduan. Menurut korban, dia tidak mengetahui penyebab pasti mengapa oknum polisi itu menganiayanya, karena selama ini antara dia dengan oknum polisi itu tidak ada masalah. Korban secara resmi mengadukan penganiayaany ang dialaminya ke SPK Polres Simalungun. (WSP/a30)
|
| Tomcat Mulai Serang Warga T.Tinggi Posted: 05 Apr 2012 02:35 AM PDT TEBING TINGGI (Berita) : Hama tomcat mulai menyerang warga Kota Tebingtinggi. Kasus itu diketahui, Rabu (4/4), saat Fery Dana Tarigan, warga Link.04, Kel. Tambangan Hulu Kec. Padang Hilir, membawa bayinya berusia sembilan bulan, berobat ke klinik di Jalan KF Tandean. Dari hasil pemeriksaan terhadap luka si bayi, diketahui berasal dari cairan tomcat Menurut Fery, kasus terkena hama tomcat berawal saat istri dan anaknya bermain di pinggiran kolam di samping rumah. Saat William Christopher Tarigan bermain, sang ibu Riski Rinda Amelia, melihat ada binatang kecil berada ditengkuk William. Karena menduga, binatang itu cuma hewan kecil biasa, ibu muda itu memukul hewan kecil berwarna orange itu.
Kadis Kesehatan Ramses Siregar, SPd, M.Kes, mengatakan sejak awal sudah mengantisipasi kemungkinan adanya serangan serangga tomcat di Kota Tebingtinggi. "Kita sudah kerjasama dengan Dinas Pertanian," tegas dia. Untuk pemusnahan serangga tomcat menjadi tugas Distan, kita akan menangani dampak gigitan tomcat, tegas Ramses.
|
| Langkat Tuan Rumah Kejurnas Langkat Rally 2012 Posted: 05 Apr 2012 02:34 AM PDT MEDAN (Berita): Ajang balapan putaran I North Sumatera Rally Championship (NSRC), Langkat Rally 2012, yang juga menjadi seri pertama Kejurnas Reli 2012, di kawasan perkebunan Lonsum, Kabupaten Langkat, Sabtu dan Minggu (7 dan 8/4) sudah siap digelar Dikatakan, dengan predikat kejuaraan nasional, Langkat Rally 2012 memperebutkan trofi Bupati Langkat H. Ngogesa Sitepu, SH, telah menyandang predikat sebagai event otomotif paling bergengsi di Tanah Air. “Karenanya, sudah menjadi keharusan kita semua, untuk ikut berpartisipasi, yakni dengan ikut mensukseskannya,” sebut Kisharyanto. Menurut dia, Langkat Rally 2012 merupakan cikal bakal hadirnya kembali kejuaraan internasional APRC (Asia Pasifik) dan WRC (Kejuaraan Dunia), yang terakhir kali bergulir di Sumut pada 1997. “Di Langkat Rally 2012 ini akan hadir observer dari IMI Pusat untuk menilai kesiapan kita, dan baru pada seri II NSRC 2012 akan hadir observer dari FIA. Karenanya, sebagai event pembuka, kita harus menjadikan Langkat Rally sebagai awal yang baik,” ungkap Kisharyanto. “Dalam pertemuan tersebut Bupati Ngogesa Sitepu juga menyatakan harapannya, agar semua elemen masyarakat di Kab. Langkat ikut mensukseskan, melihat event ini merupakan rangkaian kejurnas yang bisa menjadi salah satu ajang promosi dunia pariwisata,” tambahnya. Guna lancarnya balapan, ucap Elwin, Panpel telah mempersiapkan ratusan petugas di lapangan, termasuk pengamanan dari pihak perkebunan, kepolisian, serta petugas marshal. “Sekali lagi, kita berharap partisipasi masyarakat, misalnya dengan sama-sama ikut menjaga keselamatan, dengan menonton hanya di area yang aman,” paparnya. Kejuaraan, paparnya, dimulai pada Jumat (6/4) pagi dengan berlangsungnya acara scrutineering kendaraan, yang berlanjut dengan briefing peserta di Speedline Auto, Jl. Adam Malik Medan. “Untuk calon peserta, sebelumnya juga sudah boleh melakukan survei langsung ke lokasi SS (Spesial Stages/trayek khusus) pada Kamis ini,” sebut Elwin. Dari Sekretarian Panpel, tercatat sejumlah pereli Nasional memastikan tampil di arena Langkat Rally 2012 ini , termasuk juara nasional asal Subhan Aksa dengan navigator Hade Mboi, Rizal Sungkar/Anthony Sarwono dari DKI, Erwin Mancha, serta Rian dan Ronal Nirwan keduanya dari Kaltim. Sementara dari Sumut, semua pereli andal daerah ini juga memastikan turun, diantaranya Ijeck. Doddy, Harun Nasution, Andy Jachmoon serta pasangan Eddy WS/S. Adil. Peserta Langkat Rally 2012 akan dilepas pada acara start di Alun-alun Kantor Bupati Langkat di Stabat, Sabtu pagi mulai pukul 08.30 Wib. Kemudian, pada pukul 11.02 peserta memulai persaingan di tiga SS awal, yakni di SS 1 Boyan, SS 2 Langkup dan SS 3 di Bandar Telu. Usai istirahat siang, kompetitor masih bertahan masih harus menyelesaikan dua SS tersisa di hari pertama, yakni dengan kembali melintasi SS 4 dan 5 yang juga berlangsung di Boyan dan Langkup. Kejuaraan yang mengambil lokasi di kawasan perkebunan Lonsum ini total memperlombakan 11 SS dengan jarak tempuh total 158,86 km. (irm) |
| Pemprovsu Dan USU Canangkan Gerakan Menoleh Ke Laut Posted: 05 Apr 2012 02:34 AM PDT MEDAN (Berita):Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) dan Universitas Sumatera Utara (USU) mencanangkan gerakan menoleh ke laut. Kegiatan yang melibatkan masyarakat itu diisi sejumlah aktifitas di antaranya gerakan bersih pantai, penanaman hutan mangrove, workshop ecowisata laut, pengabdian masyarakat dan santunan asuransi nelayan. Sekretaris Daerah Provinsi Sumut (Sekdaprovsu) H Nurdin Lubis SH MM kepada wartawan di Kantor Gubsu, Rabu (04/04) mengemukakan gerakan ini merupakan implementasi komitmen Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho dan Rektor USU Prof Dr H Syahril Pasaribu yang disebut program ABG, yaitu pelibatan aktif tiga komponen yakni “Gerakan ini merupakan salah satu kegiatan penting rangkaian kegiatan HUT ke-64 Provinsi Sumut dan Dies Natalis ke-60 USU,” ujar Nurdin yang juga Ketua Umum Dies Natalis ke-60 USU didampingi Sekretaris Umum Prof DR Irmawati Psikolog (Dekan Fakultas Psikologi USU) dan Koordinator Program Gerakan Menoleh ke Laut H OK Zulkarnaen SH MSi (Kadis Perikanan dan Kelautan Sumut) serta Kepala Badan Lingkungan Hidup Pemprovsu DR Ir Hj Hidayati MM. Secara umum gerakan ini dicanangkan di lima kabupaten namun puncaknya digelar di pantai Desa Tanjungrejo Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deliserdang. Kegiatan itu akan dihadiri Plt Gubsu dan Rektor USU yang akan berbaur dengan ratusan mahasiswa USU dan masyarakat setempat pada akhir April ini. Sedangkan empat lokasi lainnya secara simultan masing-masing di Tapanuli Tengah, Serdangbedagai, Batubara dan Langkat.Pada rapat persiapan acara puncak, Rabu (04/04) yang dipimpin Kadis Perikanan dan Kelautan dan Kepala Badan Menurut Sekdaprovsu gerakan ini sepenuhnya merupakan respon atau perhatian Plt Gubsu terhadap nelayan yang dimaksudkan untuk mengangkat harkat dan derajat nelayan Sumut. (lin) |
| Posted: 05 Apr 2012 02:33 AM PDT MEDAN (Berita): Jika masih ada juga warga yang merasa keberatan dengan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap, MM menyarankan agar warga yang bersangkutan untuk menyampaikan pernyataan keberatannya. "Semua pernyataan keberatan dari masyarakat itu, pasti ditindaklanjuti," ujar Walikota Medan saat memimpin rapat dengan seluruh Lurah dan Camat se-Kota Medan di Kantor Dinas Pendapatan (Dispenda) Kota Medan, Selasa (02/04). Rapat ini sengaja digelar untuk memberikan penjelasan kepada Camat dan Lurah terkait kenaikan PBB di Kota Medan. Dengan penjelasan yang diberikan itu diharapkan para Camat dan Lurah bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat sehingga mereka mengetahui penyebab kenaikan dan dapat menerimanya. Dalam rapat itu, Walikota didampingi Wakil Walikota Drs H Dzulmi Eldin MSi, Sekda Ir Syaiful Bahri dan Kadis Pendapatan Drs Syahrul Harahap MAP, menjelaskan, kenaikan PBB Kota Medan berdasarkan amanah Undang Undang No.28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta Perda Kota Medan No.3 Tahun 2011 tentang PBB Pedesaan dan Perkotaan Pasal 5, kemudian, didukung Peraturan Walikota (Perwal) No.73 Tahun 2011 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Perda Kota Medan No.3 Tahun 2011. Menurut Walikota, UU No.28 Tahun 2009 yang mengatur tentang PBB Perdesaan dan Perkotaan adalah pasal 10 yaitu tarif PBB ditetapkan paling tinggi sebesar 0,3 persen. Selanjutnya, dilengkapi dengan Perda No.3 Tahun 2011 tentang PBB Perkotaan dimana pada pasal 5 yang berisikan untuk NJOP sampai dengan Rp1 miliar ditetapkan 0,2 persen, sedangkan untuk NJOP di atas Rp.1 miliar ditetapkan 0,3 persen. "Walaupun terjadi kenaikan PBB tetap diakomodir terhadap hak-hak Wajib Pajak (WP) sepertinya adanya pengurangan dan keberatan atas penetapan PBB dimana maksimum pengurangan PBB yang dapat diberikan adalah veteran Republik Indonesia maksimum 75 persen dan masyarakat maksimum 50 persen," kata Walikota. Sedangkan khusus untuk berbentuk PT, CV, FA maupun perusahaan/bentuk usaha lain apabila hendak mengajukan pengurangan, lanjutnya, harus mencantumkan neraca laba dan rugi yang diaudit akuntan publik. Lebih jauh Walikota menambahkan, potensi PBB juga masih banyak yang belum tergali dan perlu adanya intensifikasi. Salah satu contoh adalah Hotel Santika, tahun 2011 masih berupa lahan kosong dan sekarang (2012) telah menjadi hotel berbintang lima. Begitu pula dengan objek-objek khusus seperti Bandara Polonia, Pelindo, Pertamina, PLN, Jasa Marga, PJKA dan PDAM akan dilakukan penilaian individual berdasarkan potensi yang ada. Kemudian, Walikota mengungkapkan target PBB yang dibebankan kepada Dispenda Kota Medan mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp300 miliar, sedangkan tahun 2011 sebesar Rp.174.254.249.048 sehingga diharapkan intervensi yang tidak mendukung atas pencapaian target tersebut tidak menjadi penghambat kinerja Dispenda. Dalam rapat itu disampaikan kendala-kendala Dispenda ketika menagih PBB seperti tingginya PBB setelah didaerahkan (PBB tahun 2012), banyaknya tanah dan bangunan bermasalah terkait status kepemilikan, wajib pajak berdomisili di luar kota, tidak diketahui siapa pemilik objek pajak, WP keberatan atas penetapan NJOP bangunan yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, objek PBB berada di Deliserdang tetapi masuk dalam target Kota Medan, SPPT masih ada yang belum sampai ke WP karena Lurah dan Kepling belum mendistribusikan secara keseluruhan serta ruang pelayanan PBB kurang memadai untuk menampung semua jurusan PBB dan BPHTB se-Kota Medan yang sebelumnya ditangani 6 Pratama di Kota Medan. Sampai saat ini, papar Walikota, Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) masih ada yang tidak relevan untuk Kota Medan. Hal ini bisa terlihat dari NJOP tertinggi berada di Kecamatan Medan Barat, Kelurahan Kesawan Rp9.645.000 per-meter bujursangkar, sedangkan NJOP terendah berada di Kecamatan Medan Belawan, kelurahan Sicanang sebesar Rp.14.000 meter bujur sangkar. "Nilai yang terendah itu sangat tidak layak lagi untuk Kota Medan yang akan menjadi kota metropolitan," jelasnya. Kadis Pendapatan Kota Medan Drs Syahrul Harahap berharap agar seluruh PNS untuk segera melunasi pembayaran PBB. Hal itu penting dilakukan sebagai bentuk keseriusan bahwa seluruh apartur pemerintah di jajaran Pemko Medan serius membayar PBB. "Jangan kita yang mendesak warga membayar PBB, sementara kita sampai saat ini belum membayarnya. Tentunya ini tidak etis, kita tunjukkan kepada masyarakat bahwasa kita taat membayar PBB," harap Syahrul. (irh) |
| Jalan Sehat Meriahkan Hari Pers Nasional Posted: 05 Apr 2012 02:32 AM PDT Lubuk Pakam (Berita): Jalan Sehat Massal memeriahkan Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT ke-66 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tingkat Provinsi Sumatera Utara yang dipusatkan di Lubukpakam Kabupaten Deli Serdang (28/04) akan diwarnai pencabutan hadiah utama dua unit sepeda motor. Selain itu juga disediakan ratusan hadiah hiburan menarik berupa barang-barang elektronik seperti laptop, handphone, televisi, kulkas, kipas angin, setrika dan aneka kebutuhan rumah tangga lainnya. Demikian dikemukakan Ketua PWI Sumut Drs Muhammad Syahrir usai melakukan rapat koordinasi persiapan peringatan HPN dan HUT ke-66 PWI tingkat Sumut di ruang rapat Kantor Bupati, Lubukpakam, Rabu (04/04). Rapat tersebut dipimpin langsung Wakil Bupati Deli Serdang H Zainuddin Mars serta dihadiri unsur kepanitiaan dan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Camat se Kabupaten Deli Serdang. Dijelaskan Ketua PWI Sumut, dua unit hadiah utama sepeda motor tersebut merupakan bentuk sponsorship atas kerjasama PWI Sumut dengan PT Bank Sumut dan CV Indako Trading Co selaku dealer sepeda motor Honda. Selain itu, rapat juga berhasil mematangkan kesiapan melakukan gotong-royong kebersihan secara massal dan penanaman 5.000 pohon penghijauan yang dilakukan secara serentak di Kabupaten Deli Serdang, Jumat pagi 27 April 2012. Khusus pemusatan seremonialnya dilakukan di Desa Jatisari Kecamatan Lubukpakam. Dalam pelaksanaan Jalan Sehat Massal yang dimulai pukul 08.00 WIB, Sabtu 28 April 2012 dengan start-finish di lapangan alun-alun komplek perkantoran Bupati Deli Serdang, terlebih dahulu dilakukan Senam Sehat Massal selama 30 menit untuk peregangan otot dipimpin instruktur. Selanjutnya dilakukan pelepasan untuk mengitari rute jalan sehat sepanjang 5 kilometer. Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati H Zainuddin Mars kembali mengucapkan terima kasih kepada PWI Sumut yang telah memilih wilayah Deli Serdang menjadi tempat pemusatan peringatan HPN dan HUT PWI tingkat Sumut setelah tahun 1982 juga pernah dipusatkan di Kecamatan Beringin. "Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Deli Serdang. Dan kegiatan ini harus sukses dan meriah, karena event HPN dan HUT ke-66 PWI menjadi sarana promosi yang strategis bagi kabupaten Deli Serdang. Apalagi yang akan hadir para Anggota PWI beserta keluarga dan mitra kerja dari berbagai kabupaten/kota se Sumut," katanya. Dijelaskan Ketua PWI Sumut yang juga penanggungjawab kepanitiaan, selain kegiatan itu, puncak peringatan HPN dan HUT ke-66 PWI tingkat Sumut di Lubukpakam juga akan dirangkai kegiatan resepsi ditandai pemotongan nasi tumpeng, penyematan pakaian khas Melayu Deli Serdang kepada Ketua Umum PWI Pusat H Margiono, penyerahan Pers Card Number One (Kartu Pers Nomor 1), Medali Kesetiaan 15 Tahun PWI, peluncuran Satuan Komunikasi (Satkom) PWI Sumut dan penandatanganan naskah kerjasama (MoU) dengan stakeholder PWI.(rel) |
| Permohonan Naik Gaji Hakim Tidak Etis Posted: 05 Apr 2012 02:31 AM PDT MEDAN (Berita): Permintaan para hakim agar pemerintah menaikkan gaji mereka dinilai tidak etis. Pasalnya, gaji hakim di Indonesia sudah cukup tinggi, sementara kinerja belum memuaskan. Demikian dikatakan Praktisi hukum DR Putra Kaban, SH, MH saat ditanya wartawan melalui telepon seluler kemarin, terkait wacana dan permintaan para hakim agar pemerintah menaikkan gaji mereka. Dalam kaitan ini, justru Putra Kaban meminta para hakim untuk menggunakan hati nurani disaat kondisi bangsa sedang sulit.Apalagi gaji para hakim sekarang bisa dikatakan jauh lebih besar dibandingkan aparat pemerintah lainnya, seperti TNI/Polri maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS). Disamping itu, kinerja para hakim pun dinilai belum maksimal, masih banyak yang belum amanah dalam menjalankan tugas. Apalagi para hakim yang berada di daerah-daerah. "Bukan saya melarang atau apatis kepada hakim, tapi maunya tunggulah momen yang pas untuk memohon naik gaji. Jangan disaat pemerintah sedang keteter memikirkan minimnya anggaran negara sekarang ini, malah permohonan itu disampaikan. Setidaknya sambil menunggu momen yang pas itu, para hakim di Indonesia bisa memperbaiki kinerjanya terlebih dahulu," ujar Kaban. Eksekutif muda ini justru lebih setuju pemerintah memikirkan kenaikan gaji TNI/Polri atau PNS. Sebab, gaji TNI/Polri dan PNS sekarang masih minim bila dibandingkan gaji para hakim. Bahkan, ekonomi mereka bisa dibilang pas-pasan bila hanya mengharapkan gaji. Tetap Komando Presiden Dalam kesempatan sama, Putra Kaban yang ditanya soal wacana atau permintaan beberapa pihak agar keberadaan Polri tidak lagi di bawah komando presiden mengatakan hal itu tidak boleh terjadi. Menurutnya, sesuai undang-undang, Polri harus tetap berada di bawah komando Presiden. Kalaupun keinginan dan wacana itu mau dilakukan, maka akan rumit dan membutuhkan waktu yang panjang, karena pemerintah atau DPR harus terlebih dahulu mengubah undang-undang yang mengatur tentang persoalan itu. Apalagi reformasi di tubuh Polri selama ini tidak juga bisa dianggap gagal, meskipun harus diakui masih ada terjadi penyimpangan-penyimpangan dalam masalah kewenangan. Tentunya dari segi kemanusiaan, lanjutnya, Polri harus tunduk kepada presiden karena presiden lah yang mengusulkan Kapolri kepada DPR. “Meski demikian kita jangan dulu buru-buru memojokkan Polri, karena instansi penegak hukum ini juga sudah banyak berbuat untuk negara," papar Kaban. (irm) |
| Mantan Pejabat Larang DPRD SU Bahas Lahan Sirkuit Posted: 05 Apr 2012 02:31 AM PDT MEDAN (Berita): Ada beberapa mantan pejabat yang terusik ketentramannya, tatkala lahan sirkuit Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumut yang diambil alih pihak ke tiga dibahas di DPRD Sumut. Menurut anggota Komisi C, DPRD Sumut, Edy Rangkuti, kepada wartawan, Rabu (04/04) dia dan beberapa rekannya di DPRD Sumut beberapa kali mendapat telepon dari beberapa mantan pejabat Pemprov Sumut. Intinya, memohon dewan tidak lagi memperpanjang persoalan lahan sirkuit IMI di Jalan Willem Iskandar Medan Estate, yang kini lahan tersebut diambil alih pihak pengembang dari PT Mutiara. “Pejabat tersebut bilang, sudahlah jangan lagi itu diperpanjang, uangnya pun sudah entah kemana. Tolonglah,” demikian kata Edy Rangkuti menirukan ucapan yang disampaikan oknum tersebut. Namun dia menolak membeberkan nama-nama oknum tersebut. Menurut politisi Partai PDI Perjuangan ini, beberapa rekannya di Komisi C DPRD Sumut juga menerima permohonan yang sama. Pengakuan itu juga disampaikan Edy Rangkuti, saat pertemuan gabungan Komisi E dan C dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Dispora Sumut Ristanto dan Biro Perlengkapan dan Pengelolaan Aset (Rokap Lolaan) Setdaprovsu, belum lama ini. Terkait persoalan ini, Edy Rangkuti meyakini, segala bentuk berkas maupun kode rekening pembayaran, jika memang lahan milik Pemprovsu itu dijual, sudah tidak ada lagi dan sengaja dihilangkan. “Saya yakin, pihak Dispora maupun Biro Perlengkapan dan Pengelolaan Aset, memang tidak tahu. Saya juga yakin berkasnya memang sengaja dihilangkan oleh “Tapi kita tetap minta persoalan ini diusut tuntas, Jangan ada lagi aset yang tidak jelas juntrungannya. Apalagi di atas lahan tersebut telah dibangun sirkuit IMI, yang menelan anggaran APBD lebih Rp3 miliar,” tegas Edy Rangkuti. Apalagi, kalangan anggota DPRD Sumut juga mengaku resah karena disinyalir di lokasi itu juga akan dibuat tempat maksiat. Sebagaimana disebutkan di lokasi lahan yang diatasnya dibangun sirkuit IMI, pihak pengembang akan menjadikannya sebagai kawasan bisnis yang di areal tersebut akan dibangun spa dan karaoke. “Kita tahu kawasan itu merupakan kawasan olahraga, bahkan baru saja selesai Gedung Serba Guna (GSG), yang menjadi dambaan masyarakat Sumut. Kemana marwah kita semua jika di lokasi itu dibangun tempat maksiat,” kata anggota Komisi C Muslim Simbolon. DPRD Sumut juga mendesak Pemprovsu untuk segera melakukan mapping (pemetaan) aset pasti milik provinsi daerah ini yang disinyalir bermasalah dan dan telah dilepaskan tanpa alasan yang jelas. Sebagaimana disebutkan lahan sirkuit IMI diketahui sudah dilepaskan dengan cara ganti rugi pada 1997 kepada PT Pembangunan Perumahan. Sesuai SK Gubsu No 593.4/239/K/1983 tentang Penunjukan Peruntukan Beberapa Bidang Tanah Eks HGU PTPN IX di Medan Estate, lahan tersebut diperuntukkan bagi perkantoran Gubsu semula seluas 45 ha. Pasalnya pada 1996, Gubsu membutuhkan dana untuk penyelesaian pembangunan kantor di Jalan Diponegoro. Maka berdasarkan SK Mendagri No 593.22-056 tanggal 21 Januari 1997 disahkanlah pelepasan tanah Pempropsu pada PT Pembangunan Perumahan (PP) Cabang I dengan pembayaran ganti rugi seluas 20 hektar. Pelepasan itu tertuang dalam berita acara serah terima tanah No 593/6714/17/BA/1997 tanggal 5 Mei 1997 antara Pemda Tk I Sumut dengan PT PP. Sementara berdasarkan laporan Disporasu, sisa tanah seluas 25,51 hektare dengan sertifikat No AJ.574022 di Jalan Willem Iskandar itu masih menjadi aset Pempropsu dan terdaftar pada buku inventaris Biro Perlengkapan dan Pengelolaan Aset yang saat ini berdiri komplek perkantoran Pempropsu. Dalam SK Mendagri No 593.22-056 tanggal 21 Januari 1997 itu disepakati nilai ganti rugi yang dibayarkan atas pelepasan lahan 20 hektare itu adalah Rp 16,11 miliar. Nilai ini sesuai hasil penaksiran yang dilakukan tim penaksir harga tanah sesuai berita acara penaksiran harga tanah yang akan dilepaskan No 593.33/16749. Selanjutnya pelepasan lahan ini juga mendapat persetujuan dari DPRD Sumut sesuai surat keputusan DPRD Sumut No 14/K/1996 tertanggal 19 November 1996. akibatnya sekarang lahan itu berubah peruntukannya. Padahal sesuai pelepasan dari PTPN IX, lahan itu untuk fasilitas pendidikan, sosial dan pemerintah, bukan sarana komersil.(irm) |
| Posted: 05 Apr 2012 02:30 AM PDT Medan (Berita) : RSU Pirngadi Medan, merawat sebanyak 55 orang pasien Demam Berdarah Dangue (DBD) sejak Januari hingga Maret 2012. Namun dari jumlah tersebut, tidak ada yang meninggal. Sedangkan jumlah rawat jalan, kata Kasubag Humas dan Hukum RSUPM Edison Perangin-angin SH,MKes menyebutkan hanya1 orang bulan Januari dan 1 orang bulan Maret. Pengamat kesehatan dr Delyuzar SpPA mengatakan dengan kondisi cuaca panas dan disertai musim penghujan saat ini sangat rentan dengan berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypty penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). "Kita khawatir nyamuk penyebab DBD datang lagi," katanya. Menurutnya, pencegahan dan penanggulangan DBD ini tidak terlepas dari perilaku masyarakat untuk mencegah perindukan dan perkembangbiakan nyamuk tersebut. "Kalau hujan, banyak air yang berada di tempurung, vas bunga, kaleng bekas. Jadi hal ini harus diperhatikan masyarakat," kata Delyuzar. Jadi, sebutnya, dinas kesehatan juga harus melibatkan masyarakat, ormas, perkantoran untuk menjaga lingkungan masing-masing seperti mengganti air bak juga dengan menutup, menguras dan mengubur bang-barang bekas. "Kalau fogging untuk nyamuk dewasa dan kalau ada orang yang kena gigitan nyamuk eades aegypty," ujar Delyuzar yang spesialis patologi anatomi ini. Memang, tambahnya, dinas kesehatan Kota Medan sudah ada langkah maju dalam penanganan DBD ini, jadi semua komponen juga harus diikutsertakan sepeti dinas lingkungan hidup, dinas pertamanan dan lainnya. " Rumah sakit juga penting mempersiapkan pengobatan kalau ada pasienn DBD," ucap Delyuzar. Tidak hanya itu, Ketua Jaringan Kesehatan Masyarakat Medan ini juga mengharapkan dinas kesehatan Medan untuk lebih mengaktifkan lagi juru pemantau jentik (jumantik) dan patrol kesehatan. "Dinkes Medan sudah punya konsep dan masyrakat juga harus waspada dengan nyamuk aedes aegypty," pungkas Delyuzar. (don)
|
| Guru Gagal UKA Perlu Dikaji Ulang Posted: 05 Apr 2012 02:29 AM PDT MEDAN (Berita): Pembinaan guru melalui sudah dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) sejak tujuh tahun lalumelalui program pemberian insentif guru, peningkatan kualifikasi guru dengan mengkuliahkan program sarjana bagi 11.000 ribu guru di Unimed dan Universitas Terbuka. Bahkan, banyak pula yang tengah menempuh pendidikan S2. "Semua program ini diharapkan dapat meningkatkan mutu guru. Oleh sebab itu, hasil para guru-guru yang gagal dalam Uji Kompetensi Awal ini perlu dikaji ulang sehingga semakin membaik pada masa yang akan datang," kata Sekretaris Daerah Sumut, Nurdin Lubis, dalam kegiatan rapat koordinasi pendidikan dan sinkronisasi program Kerja yang digelar Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) di Medan, kemarin malam. Dia mengungkapkan, Pemprovsu prihatin dengan kondisi yang terjadi terhadap guru yang mengikuti Ujian Kompetensi Awal (UKA). Dimana, Sumut menduduki peringkat 25 dari 33 Provinsi di Indonesia. Hal itu menunjukan bahwa kualitas guru di Sumut masih rendah. Nurdin menambahkan, jumlah guru di Sumut mencapai 194.405 orang. Sementara yang belum mengikuti sertifikasi 142.525 . Sedangkan jumlah guru yang sudah menerima tunjangan sertifikasi sebanyak 51475 guru. Mengingat masih banyaknya guru belum disertifikasi, Pemprovsu meminta, hasil UKA ini hendaknya menjadi tolak ukur kepada seluruh institusi pendidikan yang terkait untuk melakukan pembinaan terhadap peningkatan mutu guru. Apalagi saat ini pemprovsu berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di sumut. "142.525 guru pada gilirannya akan mengikuti sertifikasi, untuk itu kedepan harapannya tidak ada lagi guru-guru yang tidak lulus dalam sertifikasi," jelas Nurdin. Sementara Kepala LPMP Bambang Winarji menyatakan, rapat koordinasi, sinkronisasi, dan harmonisasi pendidikan ini digelar dalam upaya meminta masukan kepada stakeholder pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan. Selain itu, pertemuan itu juga sebagai bahan evaluasi atas program-program pendidikan nasional, dan daerah. Termasuk salah satunya adalah program sertifikasi guru. "Kita bias membahasa bersama dimana kelemahan guru-guru untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam penetapan program di masa yang akan datang," jelasnya. "Ini menunjukan bahwa kegagalan ini bukan terletak pada LPTK sebagai pencetak guru. Sebab, nilainya sangat kecil, bila dibandingkan jumlah yang tidak lulus," jelasnya.
|
| Karnaval SCTV 2012 Bakal Hebohkan Kota Medan Posted: 05 Apr 2012 02:28 AM PDT MEDAN (Berita): Setelah sukses terlaksana di 5 kota; Bekasi, Bandung, Yogyakarta, Sidoarjo dan Semarang, rangkaian Tolak Angin karnaval SCTV 2012 bakal menghebohkan kota Medan sebagai roadshow pemungkas. Lapangan Benteng pun akan diramaikan penampilan Gigi, Zigaz, Cherrybelle, Hijau Daun, dan Budi Doremi. Direktur Program dan Produksi SCTV Harsiwi Achmad dalam siaran pers diterima Berita, Rabu [4/4] menuturkan, puluhan artis akan memeriahkan gelaran musik spesial yang dihelat di Lapangan Benteng selama 3 hari berturut-turut mulai 6-8 April. “Seperti kota-kota sebelumnya, rangkaian karnaval di Medan akan dimeriahkan oleh hadirnya Bazaar dan Games, Konser Musik Spesial, HipHipHura SCTV dan diikuti oleh sub kegiatan yang bersifat edukasi yakni SCTV Goes To Campus,” kata Harsiwi Achmad. Selain itu, kata Harsiwi, ada juga Sub kegiatan sosial yang melibatkan program CSR (Corporate Social Responsibility) Pundi Amal SCTV berupa Unit Kesehatan Keliling, Operasi Hernia, Pondok Pintar dan lain-lain. Dia menyebutkan Medan merupakan kota terakhir dan satu-satunya kota rangkaian roadshow Tolak Angin Karnaval SCTV 2012 yang ada di luar pulau Jawa. Tujuannya, tentu saja untuk lebih mendekatkan SCTV dengan masyarakat Medan dan masyarakat Sumatra Utara pada umumnya secara langsung. "Kota Medan juga merupakan target potensi pemirsa SCTV yang cukup besar. Untuk itu diharapkan roadshow Tolak Angin Karnaval SCTV di kota Medan ini akan sukses dan meriah seperti pelaksanaan roadhow di lima kota sebelumnya" jelas Harsiwi.
Tolak Angin Karnaval SCTV di Medan juga menyuguhkan Bazar dan games selama 3 hari (Jumat-Minggu). Dalam aneka games ini, pengunjung Tolak Angin Karnaval SCTV di Lapangan Benteng dapat berpartisipasi bermain di beberapa permainan seperti: Angry Bird, Perkusi tab, menyundul bola, joget Gembira, karambol, dan permainan seru lainnya. Dalam sub kegiatan sosial, Pundi Amal SCTV mengadakan Unit kesehatan keliling yang dilakukan di beberapa lokasi di kota Medan mulai tanggal 2-5 April 2012 serta pengobatan Gratis Operasi Hernia pada 13 April (untuk seleksi calon pasien operasi) dan 14 April untuk pelaksanaan operasi di RS. Khusus Bedah Accuplast, Jl. Sei Bahbolon No. 40-42 Medan. Pundi Amal juga mengadakan Pondok Pintar di lokasi Bazaar dan Games, Lapangan Benteng mulai 6-8 April 2012. Di dunia pendidikan, SCTV menggelar SCTV Goes To Campus di Universitas Sumatera Utara pada 4-5 April 2012. Sub Kegiatan edukasi ini bertemakan "Liputan 6 in new Media" dan berisi diskusi dan pelatihan dunia pertelevisian terutama tentang produksi berita televisi dan online news di beberapa kampus dengan melibatkan awak Liputan 6 SCTV dan Liputan6.com. (aje) |
| Tiga Hakim PN Kualasimpang Dilaporkan Ke KY Posted: 05 Apr 2012 02:27 AM PDT KUALASIMPANG ( Berita ) : Tiga hakim yang bertugas di Pengadilan Negeri Kualasimpang, Kab.Aceh Tamiang yang menyidangkan kasus tindak pidana korupsi proyek pembangunan pasar tradisional dan sarana pendukung lainnya senilai Rp 1.170.840.000 nilai kontrak Rp 974.639.000 sudah dilaporkan oleh Zulkifli kepada Komisi Yudisial (KY) di Jakarta. "Saya sudah laporkan secara tertulis ketiga hakim di PN Kualasimpang yang menyidangkan kasus tersebut kepada KY agar melakukan pemeriksaan dan menindak ketiga hakim yang mengadili perkara itu," ungkap Zulkifli, terpidana kasus Tipikor proyek yang kini menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II B Kualasimpang, Rabu (4/4). Zulkifli menyebutkan, ketiga hakim itu yaitu Eka Prasetya Pratama (Ketua Majelis Hakim),Pranata Subhan dan Safwanuddin Siregar masing-masing sebagai anggota majelis hakim. Zulkifli melaporkan ketiga hakim tersebut karena ada rekayasa kasus dan tebang pilih dalam perkara pembangunan pasar tradisional dan sarana pendukung lainnya di Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang TA 2010 oleh Majelis Hakim PN Kualasimpang dalam proses pemeriksaan persidangan.Zulkifli membeberkan, dalam putusannya majelis hakim PN Kualasimpang tidak arif karenanya menitik beratkan fakta-fakta yang diajukan jaksa dengan tidak mempertimbangkan fakta yang terungkap di persidangan. Ketua Majelis Hakim Kasus Tipikor kasus itu Eka Prasetya Pratama ketika dikonfirmasi, Rabu ( 4/4) mengatakan, dirinya belum bisa memberikan tanggapan dan komentar sehubungan laporan Zulkifli yang ditujukan ke Komisi Yudisial. (WSP/b23)
|
| Hasil Audit BPKP, Korupsi Dana Beasiswa Unimal Rugikan Negara Rp2,514 Miliar Posted: 05 Apr 2012 02:08 AM PDT LHOKSEUMAWE ( Berita ) : Berdasarkan data dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang diterima Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi Polres Lhokseumawe, menemukan adanya indikasi korupsi yang merugikan negara terkait pengelolaan dana beasiswa di Universitas Malikussaleh (Unimal). "Hasil audit dari BPKP Perwakilan Aceh kita terima kemarin (Rabu-red). Kerugian Negara dalam kasus korupsi dana beasiswa Unimal sumber dana APBN 2010 senilai Rp 2,514miliar atau total los. ]Karena dana itu tidak mampu dipertanggungjawabkan pihak Unimal,"kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Kukuh Santoso melalui Kasat Reskrim AKP Galih Indra Giri didampingi Kanit Tipikor Aipda Yunus Damanik, Rabu (4/4). Menurut Damanik, dalam waktu dekat ini pihaknya akan menetapkan tersangka baru dalam kasus itu. Lebih lanjut dikatakan, Penyidik Unit Tipikor juga segera merampungkan berkas tersangka pertama yaitu J, mantan bendahara Unimal. Hal ini didukung keterangan yang ditemukana penyidik setelah memeriksa saksi-saksi termasuk saksi ahli dari BPKP. "Intinya ada tersangka baru selain Jafar, kalau sudah resmi ditetapkan akan kita umumkan,"katanya. Sebelumnya, Koordinator Badan Pekerja MaTA Alfian meminta penyidik Unit Tipikor Polres Lhokseumawe agar segera mengumumkan nama tersangka baru kasus korupsi itu kepublik. "Kabar yang kami terima,hasil audit BPKP sudah jelas,total los. Maka penyidik jangan lagi menunda penetapan tersangka baru. Jangan sampai ada pihak yang 'diselamatkan'dalam kasus korupsi itu," kata Alfian.( WSP/b16) |
| MUI Belum Lakukan Amar Ma’ruf Nahi Munkar Posted: 05 Apr 2012 02:01 AM PDT MEDAN ( Berita ): Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) menilai MUI belum melakukan amar ma'ruf nahi munkar (mengajak atau menganjurkan hal-hal yang baik dan mencegah hal-hal yang buruk). Hal ini dikatakan Ketua DPD IMHTI Linda Wulandari kepada Waspada di Medan, Rabu (4/4). Dalam keterangannya, Linda menyebutkan amar ma'rufnahi munkar itu salah satu aktivitas politik yang perlu diperankan MUI sebagai lembaga yang menjadi payung bagi umat Islam termasuk organisasi kemasyarakatannya. Selama ini, ada kebijakan pemerintah yang jelas-jelas memberikan dampak buruk kepada masyarakat, seringkali tidak menjadi pemikiran atau kajian khusus oleh MUI. Padahal, MUI adalah satu lembaga yang menjadi paying bagi masyarakat Indonesia dengan penduduk mayoritas muslim. "Banyak sekali persoalan yang muncul bahkan menyengsarakan rakyat tidak menjadi pemikiran oleh MUI untukmengambil keputusan bersama demi membela masyarakat,"kata Linda. Contohnya, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang jelas-jelas membuat rakyat sengsara karena memberikan imbas dari segala aspek, tetapi MUI hanya tenang-tenang saja. "Semestinya MUI bisa melakukan amar ma'ruf kepada pemerintah untuk meninjau dampak kenaikan harga BBM. Tapi yang terjadi belum lama ini, MUI mengeluarkan fatwa yang mengharamkan masyarakat mampu menggunakan BBM bersubsidi," ujarnya. Menyinggung kurang antusiasnya MUI di Sumut membela kepentingan umat Islam karena banyak pengurus MUI berstatus PNS dan pensiunan, Linda menyebutkan hal itu sah-sah saja."Kalau status pekerjaan sebagai PNS, saya pikir tidak ada masalah,tetapi kinerja mereka sebagai perpanjangan tangan umat kepada pemerintah jangan diabaikan. Fungsinya sebagai penyeru amarma'ruf nahi munkar harus tetap dilaksanakan," sebut Linda kemarin. Harus Ditinjau Ulang Di tempat terpisah, seorang pengurus MUI yang minta jatidirinya tidak disebutkan mengungkapkan, penetapan para pengurus MUI baik di Sumut maupun Medan harus ditinjau ulang. Pasalnya, orang yang dipilih untuk duduk di kepengurusan hanya berdasarkan saling mengenal, bukan berdasarkan kemampuan atau ilmu yang dimilikinya. Karena itu, lanjut sumber, keberadaan MUI harus dibahas oleh pejabat berwenang dan seluruh pengurusnya harus menjalani tes kemampuan di bidang keagamaannya. Hal ini berkaitan dengan pokok pikiran yang mereka keluarkan jika ada suatu persoalan atau kebijakan pemerintah yang memberikan imbas bagi masyarakat terutama umat Islam. "MUI perlu ada, tapi pengurusnya harus yang terbaik dari orang yang baik dan memiliki kemampuan agama yang tinggi sebagai perwakilan ormas Islam," katanya. Sementara itu, Ketua Aliansi Ormas Islam Pembela Masjid Sumatera Utara Drs Leo Imsar Adnans meminta agar pengurus MUI sebaiknya berasal dari kader-kader ulama muda yang konsen menegakkan syariah dan memperjuangkan kepentingan umat daripada kepentingan pribadi atau golongan. Selain itu, pengurus MUI sebaiknya bukan dari kalangan PNS atau pensiunan PNS karena berpengaruh pada kinerja saat mengeluarkan kebijakan atau fatwa."Selama ini, MUI cenderung takut kepada pemerintah meski yang akan diperjuangkan itu adalah kebenaran. Sebaiknya,pengurus MUI harus dari kader-kader ulama yang konsisten menegakkan syariah dan demi kepentingan umat," tegas LeoImsar Adnans. Khusus untuk MUI Sumut, tambah Leo Imsar Adnans, pengurusnya sudah cukup banyak membelake pentingan umat Islam di daerah ini termasuk dalam kasus perubuhan Masjid Al Ikhlas Jln. Timor Medan. Sebaliknya, Leo Imsar Adnans menyesalkan pengurus MUI Medan yang dinilai tidak memihak kepada kepentingan umat. "Contohnya saat terjadi perubuhan Masjid At Thoyyibah Jln.Multatuli pada tahun 2007 dan Masjid Al Ikhlas Jln. Timor Medan. Justru MUI Medan terlibat dalam perubuhan kedua masjid tersebut sekaligus mengeluarkan fatwanya," sesal Leo Imsar. Leo Imsar juga menyesali ada oknum ulama yang mengatas namakan MUI Medan dan menerima uang Rp700 juta sebagai pengganti biaya penghancuran Masjid Al Ikhlas. "Kami mengimbau agar oknum-oknum ulama lebih mementingkan umat Islam dari pada kepentingan pribadi atau lembaga. Jangan menjual ayat-ayat suci Alquran demi kepentingan pribadi atau kelompok," demikian Leo.(WSP/m36/h04) |
| MUI Tidak Ingin Berbeda Pandangan Dengan Pemerintah Posted: 05 Apr 2012 02:01 AM PDT MEDAN ( Berita ) : Sikap tidak tegas Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait masalah perubuhan sejumlah masjid, diakui Wakil Ketua DPRD Sumut Kamaluddin Harahap. Dalam hal ini, MUI terkesan tidak ingin berbedapandangan dengan pemerintah. Padahal, umat Islam terus menunggu penjelasan detail dari MUI tentang masalah ini. Rabu (4/4), Waspada mewawancarai Kamaluddin Harahapdi kantor DPRDSU. Topiknya masih seputar masalah ketidakjelasan sikap MUI, baik Medan maupun Sumut, terhadap kasus perubuhan sejumlah masjid diKota Medan. Ketidakjelasan sikap itu disinyalir karena MUI menghadapi dilema. Di satu pihak, MUI telah mengeluarkan fatwa tentang wakaf. Di situ diterangkan bahwa tanah yang di atasnya berdiri rumah ibadah, maka statusnya menjadi wakaf. Namun di sisi lain, MUI terkesan tidak ingin berbeda pandangan dengan pemerintah. Apalagi saat ini sejumlah pengurus teras MUI berstatus pegawai negeri atau pensiunan pegawai negeri. Jadilah persoalan perubuhan masjid menjadi mengambang. Kamaluddin Harahap berpendapat, seharusnya ulama ditempatkan pada posisi yang tidak sederajat dengan umara (pemerintah). Posisi ulama harus lebih tinggi. Karena ulama merupakan pintu terakhir bila pemerintah dan umat menga lami jalan buntu. Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga menyebutkan tentang pentingnya para ulama yang terhimpun dalam MUI bersikap independen. "Benar, secara kelembagaan MUI mendapat bantuan dari pemerintah. Tapi bantuan itu jangan membuat MUI terikat kepada pemerintah, tapi kewajiban pemerintah dalam rangka mendukung tugas-tugas MUI," ujarnya. Tentang penjelasan MUI menyangkut perubuhan masjid ? Dikatakan Kamaluddin, sungguh sangat penting. Beberapa waktu lalu, saat dilakukan coffee morning Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (FKPD) di rumah dinas Gubsu, masalah ini juga dibahas. Waktu itu,FKPD mengharapkan penjabaran dari MUI tentang status wakaf untuk rumah ibadah. Bahwa, kata Kamaluddin Harahap, saat pertemuan FKPD itu belum ditemukan maksud sebenarnya dari fatwa MUI tentang wakaf untuk rumah ibadah. Pengertian wakaf di sana masih interpretasi. Saat itu, beberapa pihak memberi perumpamaan tentang keberadaan masjid di satu lingkungan tertentu. Misalnya, satu instansi mendirikan masjid yang khusus diperuntukkan bagi umat di instansi itu saja. Namun sebagai masjid, tentunya tidak dapat melarang bila ada umat Islam di luar instansi itu yang hendak melaksanakan shalat. ''Tapi penjelasan detail dari MUI tidak pernah ada. Padahal itu sangat ditunggu-tunggu umat,'' demikian Kamaluddin.(WSP/m12) |
| Golkar Sumut Sampaikan Dukungan Ke Aburizal Bakrie Untuk Jadi Capres 2014 Posted: 05 Apr 2012 01:59 AM PDT JAKARTA (Berita) Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie mengakui langkahnya untuk maju sebagai calon presiden (Capres) pada Pemilihan Presiden 2014 makin tegar dan mantap setelah menerima dukungan resmi dari 33 Dewan Pengurus Daerah,(DPD), Partai Golkar Kabupatemn/Kota Se-Sumatra Utara, plus DPD Partai Golkar Provinsi Sumut. Sumut yang menjadi salah satu daerah basis Partai Golkar, juga sudah saatnya untuk kembali menguning. Untuk itu Ical memerintahkan seluruh jajaran DPD Partai Golkar Sumut untuk bekerja keras .Dan Golkar Sumut harus lebih menyuarakan dan memperhatikan rakyat . “ Perolehan suara Golkar di Sumut yang sempat menurun harus diraih dan Sumut sudah saatnya menguning dan Golkar pada Pemilu 2014 kembali harus ‘panen’ , tandas Ical. (aya) |
| DPRD Bertanggungjawab Atas Kenaikan PBB Posted: 05 Apr 2012 01:52 AM PDT MEDAN ( Berita ) : Kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 100 persen dalam peraturan daerah (Perda) No. 3 tahun 2011 tentang PBB pedesaan dan perkotaan, dinilai tidak wajar. DPRD Medan sebagai pihak yang turut membahas dan mengesahkan Ranperda ini menjadi Perda, dianggap menjadi pihak yang paling bertanggungjawab atas penderitaan rakyat akibat kenaikan PBB tersebut. "Karena itu BK (Badan Kehormatan) DPRD Medan mendeteksi kemungkinan konspirasi dalam pembahasan Perdaini. Sebab, terkesan ada pelanggaran dari sisi etika di internal dewan dalam pembahasan Perda PBB ini," ujar pengamat tata pemerintahan Dadang Dharmawan, Rabu (4/3). Kata dia, BK DPRD harus bergerak cepat merespon keluhan masyarakat, dengan meneliti kemungkinan pelanggaran etik oleh anggota dewan dalam proses pembahasan tersebut. Di sisi lain, dia mendorong masyarakat untuk membuat kelompok-kelompok penekan agar BK DPRD berani bekerja untuk menindak anggota dewan yang terlibat dalam panitia khusus (Pansus) Perda PBB itu. Alumni magister pemerintahan Universitas Indonesia (UI) ini juga mendorong agar kelompok-kelompok penekan tersebut juga mendesak Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi untuk membatalkan Perda tersebut. Menurut Dadang, jika Perda yang sudah keluar terdapat kesalahan, maka hal itu merupakan kesalahan DPRD. "Apalagi, berdasarkan kecenderungan yang selama ini ada, 100 persen Perda yang dirancang Pemko Medan sudah selesai didisain. Lalu, Pemko membawanya ke dewan dan dewan hanya tinggal membahas Ranperda yang diajukan Pemko tersebut,"ujarnya. Menurut dia, ini memilukan bagi rakyat. Pasalnya, DPRD Medan adalah benteng terakhir bagi masyarakat Medan. "Saya sendiri bingung, kok dewan merasa kecolongan saat polemik Perda PBB ini mencuat. Tidak sinkron rasanya jika merasa kecolongan. Tak heran kalau muncul asumsi ada "take andgive" (memberi dan menerima) dalam pembahasan Perda PBB ini. Enggak salah kalau masyarakat menilai ada konspirasi antara dewan dan Pemko dalam pembahasan Perda ini," sebutnya. Sementara itu, Wali Kota DPD Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kota Medan Ganda Manurung yang dihubungi secara terpisah menyatakan hal senada. Dia merasa heran atas pengakuan khilaf dari anggota dewan yang membahas Perda tersebut. "Sekarang mereka menyatakan khilaf, padahal angka-angka (penagihan dalam Perda PBB) itu sudah keluar,"katanya. Ganda Manurung mengajak masyarakat untuk melihat, apakah sebelum tanggal 30 September 2011 DPRD Medan sudah melakukan revisi atas Perda No. 3 tahun 2011 tentang PBB pedesaan dan perkotaan itu. "Kenapa tanggal 30 September? Karena di tanggal itu terakhir pembayaran PBB bagi masyarakat. Artinya, sebelum masa pembayaran itu berakhir, Perda PBB yang sangat memberatkan masyarakat ini sudah harus berakhir," ujarnya. Gila-gilaan Sementara itu, kenaikan PBB mencapai 100 persen yang dibebankan kepada masyarakat Kota Medan, disebutkan Wakil Ketua DPRDSU Kamaluddin Harahap sebagai pemikiran gila-gilaan. Anggota DPRDSU asal daerah pemilihan (Dapil) Kota Medan ini mengaku sangat terkejut membaca berita tentang tingginya kenaikan PBB tahun ini. Malah Kamaluddin Harahap, mengaku heran, mengapa Pemko Medan bisa berpikiran seperti itu. Membebani rakyatnya dengan kenaikan PBB yang begitu luar biasa. ''Saya bilang kenaikan itu tidak rasional,'' katanya. Kamaluddin Harahap, mengaku tidak ingin berdebat masalah undang-undang dan peraturan lainnya yang dipakai dalam menaikkan PBB. Katanya, pasti ada landasannya dan kalau didiskusikan menjadi perdebatan yang panjang. Yang menjadi masalah, mengapa kenaikan itu dilakukan sangat drastis. Apapun ceritanya, tambah Kamaluddin, ini menyangkut sensitifitas pemimpin terhadap rakyatnya. Apakah Pemko Medan tidak memikirkan nasib rakyat yang tinggal di daerah pinggiran, seperti di Medan Utara, Medan Selayang dan lainnya. Masalahnya, kata Kamaluddin, bukti pembayaran PBB berkaitan erat dengan berbagai urusan masyarakat. Artinya, bila rakyat tidak bisa membayar PBB-nya, maka berbagai urusan lainnya juga terkendala. ''Karena mengurus KTP saja, harus menunjukkan bukti lunas PBB. Inikan menekan rakyat,'' katanya.(WSP/m30/m12)
|
| Malam Ini KIP Aceh Gelar Debat Kandidat Posted: 05 Apr 2012 01:42 AM PDT BANDA ACEH ( Berita ): Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh akan menyelenggarakan debat kandidat, Kamis (5/4) di Hermes Palace Hotel Banda Aceh secara live di Metro TV. Wakil Ketua KIP Aceh Ilham Syahputra kepada wartawan,Rabu (4/4) mengatakan, debat kandidat dilakukan hanya untukcalon gubernur- wakil gubernur Aceh yang akan memaparkan visi dan misi bila memimpin Aceh nantinya."Tujuan debat kandidat ini untuk melihat kemampuan yang dimiliki masing-masing calon saat memaparkan visi dan misi kepada masyarakat Aceh," katanya. Debat kandidat diikuti oleh lima calon gubernur/wakil gubernur Aceh, dan setiap kandidat diperbolehkan membawa15 orang pendukung. Selain hadir para kandidat, KIP juga mengundang muspida, LSM, dan ormas. Acara akan berlangsungmulai pukul 19:30 hingga 21:30. Masing-masing kandidat akandiuji oleh tiga orang panelis diantaranya, Dr Fachry Ali, DrSyahrizal Abas, Guru besar IAIN Arraniry Fakultas Syariah, dan Rhenald Kasali . Sementara, Wakapolresta Banda Aceh AKBP Sugeng HS mengatakan, Polresta akan menyiagakan 350 orang personil guna mengamankan jalannya debat kandidat di Hermes Palace. Sebelum acara dimulai tim Jibom dan Gegana Polda Aceh terlebih dahulu mensterilkan lokasi."Kita juga menyiagakan sniper dari Brimobda di sejumlah titik sekitar tempat berlangsungnya acara debat kandidat," katanya. (WSP/cb01) |
| You are subscribed to email updates from Harian Berita Sore To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |

